Hadits Arbain Ke 16 Jangan Marah Riwayat Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu

Pada kesempatan kali ini saya akan meneruskan pembahasan tentang hadits arbain yang ke 16, pembahasan tentang hadits arbain ini insya Allah akan saya selesaikan dengan meng update 1/1 di blog ini setiap harinya, namun tak terasa rasanya sekarang sudah memasuki artikel dari hadits arbain yang ke 16 ini, berarti sudah 16 hari pula kami memfokuskan untuk membahas tentang hadits ini, janganlupa juga kepada pengunjung untuk membaca artikel sebelumnya yang membahas tentang hadits arbain yang ke 15, hadits ke 15 membahas tentang akhlak seorang muslim.

Nah untuk hadits arbain ke 16 ini penjelasannya menjelaskan tentang sabda rasulullah kepada orang yang bertanya, rasulullah bersabda jangan marah, namun orang itu kukuh terus bertanya kepada rasulullah dengan pertanyaan yang sama, nah penasarankan seperti apa hadits nya, berikut ini adalah pembahasan tenang hadits arbain ke 16.

HADITS ARBAIN KE 16

LATINNYA:
AN ABII HURAIRATA RADHIALLAHU ANHU ANNARAJULAN QOOLA LINNABIYYI SHALALAHUALAIHI WASALAM AUSHINII QOOLA LATAGH DHOB FARODDADA MIRAA RAN QOOLA LATAGHDHOB ROWAAHULBUKHARII.

ARTINYA:
Dari abu hurairah Radhiallahu Anhu, sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shalalahu Alaihi Wasalam Nasihatilah saya, beliau bersabda: Jangan kau marah, Maka dia mengulangi hal tersebut berkali-kali, Beliau berkata jangan engkau marah. Yang meriwayatkan hadits di atas adalah Imam Bukhari

PENJELASAN:
Nasihatilah saya, semua orang perlu dengan yang namanya nasihat, karena memang takbisa dipungkiri terkadang kita berjalan di jalan yang salah namun kita sendiri tidak menyadarinya, maka dari itu pentingnya sebuah nasihat dari orang lain, maka hendaklah kita menerima nasihat yang telah orang lain sampaikan kepada kita, hal yang lebih baik mungkin tidakperlu kita menunggu nasihat dari orang lain, lebih bagus jika kita meminta orang lain untuk menasihati kita, seperti isi dari pembicaraan orang yang ada di hadits diatas yang meminta nasihat langsung kepada rasulullah.

Jangan engkau marah, rasulullah menjawab pertanyaan orang itu dengan jawaban jangan marah, dan ketika orang itu bertanya kembali rasulullah saw menjawabnya lagi dengan pertanyaan yang sama, mungkin ucapan dari rasulullah ini untuk menguji kesabaran dan memperjelas jawaban dari apa yang ditanyakan orang itu, wallahualam,

Kemarahan, sesungguhnya kemarahan adalah suatu sifat yang dapat mendatangkan masalah baru, dampak negatif dan dampak buruk yang akan timbul tidaklah bagus, dampak negatif yang akan kita dapatkan adalah tidak harmonisnya ketika menjalani kehidupan bermasyarakat karena menurut penilaian mereka, masyarakat (Tetangga, sedulur, kerabat) kemarahan adalah sesuatu yang tidak baik, tentu saja menurut orang yang marah juga kemarahan itu tidak baik, tapi terkadang mereka tidak sadar kalau mereka itu sebenarnya sering marah-marah, maka dari itu nasihat itu sangat penting.

Dampak buruk yang akan di dapatkan sangatlah tidak bagus, ini berkaitan dengan diri kita, tubuh akan mudah dikendalikan oleh hawa nafsu, ketika hawa nafsu sudah menjalar, disitulah syetan akan masuk kedalam hati kita dan berbisik hal yang tidak baik sehingga tidak terkontrolnya organ tubuh yang lain terutama otak (brain), ketika otak sudah terkuasai maka ini akan berlanjut ke anggota tubuh yang lain seperti tangan yang akan mudah memukul oranglain, kaki yang akan mudah menendang orang, mulut yang akan berkata kasar, tidak teraturnya tempratur tubuh, emosi akan memuncak.

Coba pikirkan jika kita marah dengan kondisi seperti itu apakah masyarakat sekitar akan menyukai kita?. tentu saja tidak bukan! maka dari itu sangat pentingnya sebuah nasihat untuk kita, agar kita bisa mengkoreksi diri dan menjadikan diri ini lebih baik lagi menjadi seorang penyabar.

Nah teman-teman mungkin dalam update artikel ini hanya itu yang dapat saya sampaikan dalam penjelasan artikel kali ini, silahkan bagikan dan share artikel ini kepada teman dan kerabat dekat, janganlupa subscribe juga blog ini ya supaya bisa mendapatkan update artikel terbaru dari kami.

Facebook Comments

Leave a Reply