Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 8 Beserta Penjelasannya

Selamat datang di blog kajian muslim, blog pembahasan seputar agama islam dan selamat datang juga kepada teman-teman pengunjung blog ini, semoga teman-teman semua selalu diberikan kesehatan oleh allah swt, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang hukum tajwid surat al-maidah ayat 8, pada ayat ini terdapat 38 hukum tajwid yang telah kami tafsirkan bersama-sama dengan ahli tajwid, sebelum masuk ke pembahasan saya sering kali menghimbau bahwa belajar hukum tajwid itu sangat penting sekali, hukum dari belajar tajwid ini adalah fardu ain artinya wajib bagi seluruh umat muslim yang membaca al-quran.

Kepada teman-teman yang sedang belajar mudah-mudahan penerangan hukum tajwid disini dapat membimbing teman-teman agar bisa memantapkan tentang pembelajaran hukum tajwid, dan tidak hanya hukum tajwid saja yang harus dipelajari, akan tetapi pelafalan makhrajnyapun harus dipelajari juga ya.

Nah berikut ini adalah hukum tajwid pada surat al-maidah ayat 8 yang sudah dilengkapi dengan penjelasannya dari satu-persatu hukum tajwid yang ada.

HUKUM TAJWID SURAT AL-MAIDAH AYAT 8
  1. Mad zaid munfasil
    Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.
  2. Alif elam syamsiyyah
    Yaitu alif elam bertemu dengan huruf elam (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf elam (huruf syamsiyyah).
  3. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  4. Mad badal
    Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.
  5. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  6. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  7. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  8. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  9. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  10. Tarqiq
    Yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya lafadz allah dibaca tipis panjangnya 2 harakat.
  11. Mad wajib mutasil
    Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam satu kalimat, cara membacanya dibaca panjangnya 5 harahat.
  12. Alif elam qomariyyah
    Yaitu alif elam bertemu dengan huruf qof (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.
  13. Al-washlu aula
    Singkatan dari al washlu aula, lebih baik washol daripada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti).
  14. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  15. Qalqalah sugra
    Yaitu huruf jim barisnya mati (sukun).
  16. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
    Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.
  17. Dibaca idzhar
    Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf syin, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.
  18. Mad badal
    Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.
  19. Idzhar khalqi
    Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ain, cara membacanya suara nun mati dibaca jelas.
  20. Mad zaid munfasil
    Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.
  21. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  22. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  23. Tanda waqaf
    Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).
  24. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  25. Tanda waqaf
    Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).
  26. Qalqalah sugra
    Yaitu huruf qof barisnya mati (sukun).
  27. Tafhim
    Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.
  28. Qalqalah sugra
    Yaitu huruf qof barisnya mati (sukun).
  29. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu wau bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.
  30. Tanda waqaf Al-washlu aula
    Singkatan dari al washlu aula, lebih baik washol daripada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti).
  31. Tafhim
    Lafadz allah dibaca tafhim yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya lafadz allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.
  32. Tanda waqaf
    Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).
  33. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
    Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.
  34. Tafhim
    Lafadz allah dibaca tafhim yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris fatah, cara membacanya lafadz allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.
  35. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  36. Iqlab
    Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ba, cara bacanya suara nun mati atau tanwin dirubah yang asalnya “N” menjadi “M”.
  37. Mad thabi’i (mad asli)
    Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
  38. Mad aridisukun
    Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah teman-teman itulah hukum tajwid yang ada pada surat al-maidah ayat 8 yang dapat kami sampaikan, semoga teman-teman yang sedang mempelajari hukum tajwid lewat ayat ini dapat dengan mudah dalam menghafalnya, berikut ini ada tambahan sedikit mengenai keterangan dari hukum alif lam agar teman-teman dapat memahami secara menyeluruh tentang hukum tajwid alif lam.

PENJELASAN:
  1. Alif elam syamsiyyah
    Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiyyahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiyyah:
  2. Alif elam qomariyyah
    Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara “L” seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas.

Berikut ini adalah arti dari surat al-maidah ayat 8.

ARTINYA:

WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN JADILAH KAMU SEBAGAI PENEGAK KEADILAN KARENA ALLAH, (KETIKA) MENJADI SAKSI DENGAN ADIL. DAN JAGALAH KEBENCIANMU TERHADAP SATU KAUM, MENDORONG KAMU UNTUK BERLAKU TIDAK ADIL. KARENA (ADIL) ITU LEBIH DEKAT KEPADA TAQWA. DAN BERTAQWALAH KEPADA ALLAH, SUNGGUH, ALLAH MAHA TELITI TERHADAP APA YANG KAMU KERJAKAN.

Nah teman-teman mungkin hanya itu yang dapat kami sampaikan dalam pembahasan hukum tajwid pada surat al maidah ayat 8 ini, semoga pembahasan disini dapat bermanfaat buat semuanya terlebih bagi yang sedang belajar, silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman yang lainnya yang juga sedang dalam pembelajaran hukum tajwid.

Facebook Comments

Leave a Reply